*Dari Abrasi ke Aksi Hijau: Pertamina Gerakkan Warga Teluk Makmur*

Rabu, 29 Oktober 2025 | 13:00:00 WIB

Dumai, Riau — Deru ombak di pesisir Teluk Makmur, Kecamatan Medang Kampai, menjadi saksi perubahan besar yang sedang terjadi. Jika dulu suara laut identik dengan ancaman abrasi yang terus menggerus daratan, kini ombak itu membawa cerita baru tentang kolaborasi, semangat warga, dan harapan hijau yang tumbuh bersama Pertamina.

Di bawah teriknya matahari siang, sejumlah warga tampak sibuk menanam pohon mangrove di tepian pantai. Di antara mereka, ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok binaan Pertamina mengumpulkan limbah rumah tangga untuk diolah menjadi kerajinan bernilai jual. Mereka tersenyum, seolah yakin bahwa perubahan nyata bisa dimulai dari tangan sendiri.

“Dulu kami hanya pasrah melihat pantai semakin tergerus. Tapi sekarang, kami belajar bagaimana menjaga alam sekaligus mendapatkan manfaat ekonomi,” tutur Siti salah satu warga Kelurahan Teluk Makmur, sambil menatap deretan bibit mangrove yang baru ditanam.

Dari Ancaman Abrasi Menjadi Harapan Baru
Kawasan pesisir Dumai selama ini menghadapi masalah serius akibat abrasi yang mengancam permukiman dan mata pencaharian masyarakat. Melihat kondisi itu, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Dumai, bagian dari Subholding Refining & Petrochemical Pertamina, mengambil langkah nyata melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang fokus pada penanganan abrasi dan pengembangan ekonomi sirkular.

Melalui program tersebut, Pertamina tidak hanya menanam ribuan mangrove sebagai benteng alami pantai, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian lingkungan. Warga diberi pelatihan pengelolaan limbah, daur ulang plastik, serta pengolahan hasil laut secara berkelanjutan.

“Pendekatan kami bukan sekadar proyek lingkungan, tapi pemberdayaan masyarakat agar mereka menjadi bagian dari solusi,” ungkap Area Manager Communication, Relations & CSR PT. KPI RU II Dumai, dalam keterangan tertulisnya.

Menggerakkan Ekonomi Sirkular di Pesisir
Inisiatif Pertamina di Teluk Makmur bukan hanya menyentuh aspek ekologi, tetapi juga ekonomi. Melalui pendekatan ekonomi sirkular, limbah rumah tangga dan sampah plastik diolah menjadi produk kreatif seperti tas, pot bunga, dan pernak-pernik hias. Produk-produk tersebut kini dipasarkan secara daring, menambah penghasilan masyarakat setempat.

Selain itu, kelompok masyarakat pesisir juga didampingi untuk mengembangkan budidaya kepiting bakau dan olahan hasil laut yang bernilai tambah. Dengan begitu, kawasan yang dulunya dikenal rawan abrasi kini menjadi pusat kegiatan ekonomi yang ramah lingkungan.

“Program ini memberi kami penghasilan tambahan dan kebanggaan karena bisa menjaga lingkungan sendiri,” kata Halimah, anggota kelompok perempuan pengolah limbah Teluk Makmur.

Sinergi dan Harapan Jangka Panjang
Pemerintah Kelurahan Teluk Makmur mengapresiasi langkah Pertamina yang dinilai sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan di wilayah Dumai. Kolaborasi ini juga diharapkan menjadi model bagi perusahaan lain dalam membangun sinergi dengan masyarakat.

“Pertamina menunjukkan bahwa tanggung jawab sosial bukan hanya bantuan, tapi pendampingan yang mengubah pola pikir dan cara hidup masyarakat,” ujar Lurah Teluk Makmur, Zulkifli, SKM, dalam kesempatan yang sama.

Melalui gerakan menanam mangrove dan mengembangkan ekonomi sirkular, Teluk Makmur kini bukan hanya melindungi garis pantai dari abrasi, tapi juga menanam masa depan yang lebih hijau dan berdaya.

Menanam Harapan, Menuai Kehidupan
Senja mulai turun di pesisir Dumai. Di kejauhan, siluet pohon mangrove muda tampak berbaris rapi, menandai babak baru bagi masyarakat Teluk Makmur. Di antara desir angin laut dan aroma asin yang khas, tumbuh harapan bahwa kolaborasi antara masyarakat dan Pertamina ini akan menjadi warisan lestari bagi generasi mendatang — bukti bahwa menjaga bumi bisa berjalan seiring dengan meningkatkan kesejahteraan.
Penulis : *Riko F. Sitompul*

Halaman :

Tags

Terkini