Warga Batu Teritip Kecewa Turlap DPRD Gagal, Persoalan Tanah dan CSR PT Diamond Raya Timber Tak Kunjung Jelas
Dumai (OB) – Rencana kunjungan turun lapangan (turlap) lintas komisi DPRD Tingkat II ke Kelurahan Batu Teritip, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, pada kawasan yang bersinggungan dengan operasional PT Diamond Raya Timber,Selasa (25/11/2025) mendadak batal. Kegagalan ini memicu kekecewaan mendalam dari warga yang telah menunggu kedatangan para wakil rakyat tersebut untuk menyampaikan langsung keluhan mereka.
Menurut informasi yang dihimpun awak media di lapangan, masyarakat—yang sebagian besar merupakan petani—telah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut kedatangan rombongan DPRD. Mulai dari menyiapkan tempat diskusi hingga menyediakan makanan dan minuman bagi para anggota dewan yang dijadwalkan hadir.
“Kami sangat kecewa sekali akan turlap anggota dewan lintas komisi yang tidak jadi turun lapangan di kawasan RT 07 Kelurahan Batu Teritip. Padahal kami sudah bersiap sejak pagi. Sebagian warga sudah menyiapkan hidangan untuk menyambut para anggota dewan yang terhormat,” ungkap Rasid, salah seorang tokoh masyarakat Batu Teritip.
Kedatangan DPRD sebenarnya sangat dinantikan warga karena mereka ingin menyampaikan dua persoalan utama yang sudah lama menggantung: kejelasan administrasi hak milik tanah warga yang berbatasan dengan kawasan PT Diamond Raya Timber, serta pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang dinilai belum dirasakan maksimal oleh masyarakat terdampak.
“Kami hanya ingin menuntut kepastian terkait status tanah kami. Sudah bertahun-tahun tidak ada kejelasan. Selain itu, kami juga ingin tahu bagaimana sebenarnya komitmen CSR dari PT Diamond Raya Timber untuk warga sekitar,” lanjut Rasid.
Sebagian warga mengaku telah beberapa kali mengajukan audiensi dan mediasi, namun belum memperoleh hasil memuaskan. Mereka berharap turun lapangan dari DPRD bisa menjadi momentum penting untuk mempercepat penyelesaian konflik ini.
Koordinator aksi warga, Jepri, menegaskan bahwa pembatalan turlap tidak akan melemahkan perjuangan masyarakat. Ia menyampaikan bahwa pihaknya akan terus memperjuangkan hak-hak warga hingga mendapatkan kepastian administratif maupun tanggung jawab sosial dari pihak perusahaan.
“Kami akan terus berjuang. Kami mengawal ini bukan untuk kepentingan pribadi, tetapi untuk kepentingan masyarakat yang selama ini dirugikan. Kami menuntut kejelasan administrasi tanah dan CSR yang seharusnya diberikan kepada warga terdampak,” tegas Jepri.
Masyarakat berharap DPRD dapat menjadwalkan ulang turlap dalam waktu dekat dan menunjukkan komitmen nyata dalam menyelesaikan persoalan ini. Mereka juga meminta PT Diamond Raya Timber lebih transparan dan terbuka soal komitmen CSR serta batas wilayah lahan yang selama ini menjadi sengketa tak berkesudahan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak DPRD Kota Dumai maupun manajemen PT Diamond Raya Timber terkait pembatalan turlap dan tuntutan warga.(Riko)