Semangat toleransi dan pengabdian tanpa pamrih kembali dikenang setiap kali malam Natal tiba. Sosok almarhum Riyanto, kader Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama, menjadi simbol nyata pengorbanan demi menjaga kerukunan antarumat beragama di Indonesia.
Riyanto meninggal dunia saat bertugas menjaga keamanan gereja pada perayaan malam Natal 24 Desember 2000,saat bertugas mengamankan Gereja Eben Haezer di Mojokerto, Jawa Timur.
Kepergiannya tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, tetapi juga menggugah nurani bangsa tentang arti persaudaraan sejati.
Gugur Saat Bertugas, Menjaga Damai Tanpa Sekat Iman
Pada malam Natal itu, Riyanto menjalankan tugas seperti biasa: menjaga gereja agar umat Kristiani dapat beribadah dengan aman dan khusyuk. Ia berdiri di pos pengamanan bersama rekan-rekannya, memastikan situasi tetap kondusif.
Namun takdir berkata lain. Riyanto mengalami kondisi kesehatan yang menurun hingga akhirnya menghembuskan napas terakhirnya saat bertugas. Ia gugur bukan di medan perang, melainkan di garis depan penjaga perdamaian dan toleransi.
Banser dan Tradisi Menjaga Rumah Ibadah
Bagi Banser NU, menjaga gereja saat Natal bukanlah hal baru. Tradisi ini telah berlangsung puluhan tahun sebagai wujud nyata ajaran Islam rahmatan lil ‘alamin—Islam yang membawa kasih sayang bagi seluruh umat manusia.
Riyanto adalah salah satu kader yang menjalankan nilai tersebut dengan penuh keikhlasan. Tanpa sorotan kamera, tanpa pamrih, ia berdiri menjaga keamanan saudara sebangsa yang berbeda keyakinan.
Keteladanan yang Hidup Melampaui Usia
Kepergian Riyanto tidak pernah benar-benar pergi. Namanya hidup dalam ingatan publik, disebut dalam khutbah, diskusi toleransi, hingga peringatan Hari Natal dan Hari Santri. Ia menjadi pengingat bahwa toleransi bukan sekadar slogan, melainkan tindakan nyata.
Ketua-ketua organisasi keagamaan, tokoh lintas iman, hingga masyarakat umum kerap menyebut Riyanto sebagai pahlawan kemanusiaan—seseorang yang mengajarkan bahwa kemanusiaan berada di atas perbedaan.
Kapolri Kenang Keberanian Riyanto
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberi penghormatan kepada almarhum Riyanto dalam apel kebangsaan Banser yang digelar menjelang Natal dan Tahun Baru 2025/2026,Ia menegaskan bahwa tindakan Riyanto adalah contoh keberanian dan pengorbanan demi keselamatan orang lain.
Ketua Umum GP Ansor
Addin Jauharudin — Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor — dalam Apel Kebangsaan Banser menyampaikan secara jelas nilai yang diwariskan Riyanto.
“Selama Indonesia berdiri, tugas Banser adalah menjaga negeri ini. Riyanto telah menunjukkan bahwa menjaga toleransi adalah bagian dari pengabdian tertinggi kepada bangsa.” tegasnya.
Addin juga menekankan bahwa semangat pengorbanan Riyanto bukan sekadar dikenang tetapi merupakan amanah yang harus dipelihara, termasuk dalam Anugerah Kemanusiaan Riyanto Award yang digelar sebagai bagian dari kegiatan GP Ansor.