Lampung Timur (OB) — Dunia pendidikan di Lampung Timur mendadak heboh setelah beredarnya sebuah rekaman CCTV yang viral di media sosial. Video tersebut diduga memperlihatkan dua aparatur sipil negara (ASN) — seorang kepala sekolah dan seorang guru — memasuki sebuah kamar hotel di Bandar Lampung pada Sabtu (27/12/2025).
Dalam rekaman yang beredar, pria berinisial SD, diduga Kepala Sekolah di SDN 2 Toto Mulyo, Way Bungur, terlihat memasuki kamar hotel bersama wanita berinisial SP, diduga guru ASN P3K di SDN 1 Sidorejo, Sekampung Udik. Keduanya merupakan tenaga pendidik aktif dan berstatus ASN.
Check-In Siang Hari, Keluar Setelah 3,5 Jam
Berdasarkan informasi yang beredar di publik:
Pukul 12.27 WIB: Kedua ASN terlihat memasuki Kamar 201 sebuah hotel di kawasan Bandar Lampung.
Durasi di dalam kamar sekitar 3,5 jam.
Pukul 16.00 WIB: Rekaman menunjukan keduanya keluar dari kamar dan menuju area parkir.
Sebuah mobil Toyota Rush warna hitam dengan nomor polisi BE 1713 PF terlihat digunakan oleh keduanya dalam rekaman tersebut. Video itulah yang kemudian memicu beragam spekulasi dan kecaman dari warganet.
Namun hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak hotel maupun instansi terkait mengenai keaslian rekaman itu.
Dinas Pendidikan Lampung Timur Diminta Beri Penjelasan
Hingga berita ini diterbitkan, Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Timur belum merilis keterangan resmi. Sejumlah media mencoba melakukan konfirmasi, namun pejabat terkait belum memberikan jawaban.
Masyarakat menilai, karena video ini sudah terlanjur viral, Disdik harus segera melakukan:
Pemanggilan kedua ASN,
Verifikasi rekaman CCTV,
Pemeriksaan etik dan disiplin,
Penyampaian informasi transparan kepada publik.
Pengingat bagi ASN: Era CCTV dan Jejak Digital
Kasus viral ini sekaligus menjadi pengingat bahwa:
CCTV terpasang di banyak fasilitas publik,
Rekaman mudah tersebar,
Jejak digital sulit dihapus,
ASN wajib menjaga integritas kapan pun dan di mana pun.
Karier yang dibangun bertahun-tahun sangat mungkin dipertaruhkan hanya oleh satu tindakan yang diduga tidak pantas.
Viralnya video ini telah mencoreng dunia pendidikan di Lampung Timur, tetapi kebenaran isi rekaman tetap membutuhkan klarifikasi resmi. Publik kini menunggu sikap tegas dari Dinas Pendidikan dan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur untuk memberikan kepastian dan menjaga marwah dunia pendidikan. (Riko)