Ratusan Siswa SMK HKBP Sidikalang Keracunan Diduga Akibat Menu MBG

Rabu, 11 Februari 2026 | 04:37:14 WIB

Orbit berita.com, DAIRI – Ratusan siswa SMK Swasta HKBP Sidikalang dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan setelah mengalami gejala keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan pada Senin (9/2/2026). Insiden ini memicu kepanikan di lingkungan sekolah dan membuat pihak guru menolak pembagian menu lanjutan demi keselamatan siswa.

Keluhan Bermula dari Bau Tak Sedap pada Makanan

Menurut keterangan seorang guru yang meminta identitasnya dirahasiakan, menu MBG berupa nasi, ayam gulai, pisang, dan sayur selada tercium bau tidak sedap dan tampak berlendir.

“Sebagian siswa memang tidak memakannya, karena baunya kuat dan tidak biasa,” ujarnya.

Namun banyak siswa yang sudah terlanjur mengonsumsi makanan tersebut sehingga mengalami diare, mual, dan perut melilit beberapa jam kemudian.

Ratusan Siswa Dirawat, 20 Kasus Dinyatakan Serius

Peristiwa tersebut menyebabkan puluhan hingga ratusan siswa dilarikan ke empat fasilitas kesehatan, yakni:

-RSUD Sidikalang

-RSU Serenapitta

-Klinik Katolik

-Puskesmas Huta Rakyat Sidikalang

Tenaga medis menyebut sekitar 20 siswa harus dirujuk ke RSUD Sidikalang karena kondisi lebih berat, bahkan beberapa di antaranya sempat pingsan sebelum mendapat penanganan.

Pihak MBG Membantah: “Distribusi Sesuai Prosedur”

Di sisi lain, pihak penyedia menu MBG mengklaim telah mendistribusikan makanan dalam kondisi steril, tertutup rapat, dan sesuai standar kebersihan.

“Kami mengikuti SOP sepenuhnya. Tidak ada masalah saat distribusi,” ujar salah satu perwakilan penyalur yang tidak mau disebutkan namanya. 

Pernyataan ini justru memunculkan tanda tanya baru, karena gejala serupa dialami siswa dalam skala besar di sekolah yang sama.

Guru Tolak Menu MBG Hari Berikutnya

Akibat insiden tersebut, pihak sekolah melalui para guru menolak menu MBG yang didistribusikan pada Selasa (10/2/2026).

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan dan perlindungan terhadap siswa hingga hasil pemeriksaan lebih lanjut ditemukan.(***) 

Terkini