OrbitBerita.com, DUMAI – Pimpinan DPRD Kota Dumai H. Johannes MP Tetelepta, S.H., M.M., memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) lintas Komisi I dan Komisi III bersama Aliansi Koperasi Jasa Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Kecamatan Sungai Sembilan terkait persoalan kegiatan bongkar muat di wilayah pelabuhan, Selasa (10/2/2026). Rapat berlangsung di Ruang Rapat Cempaka, Lantai I Kantor DPRD Kota Dumai.
Rapat ini turut dihadiri Ketua Komisi I Edison, S.H., Anggota Komisi I Junjung Mangatas, A.Md., Sekretaris Komisi III Rendy Firdaus, S.H., serta Anggota Komisi III Ismun, Muhammad Ibrahim, dan Khoirunnas, S.HI. Hadir pula Kepala KSOP Dumai, Kepala Dinas Tenaga Kerja, GM PT Pelindo Dumai, serta perwakilan Aliansi Koperasi Jasa TKBM.
DPRD: “Kondisi Baik yang Sudah Terbangun Jangan Sampai Terganggu”
Dalam penyampaiannya, Johannes menegaskan bahwa DPRD tidak menginginkan situasi yang selama ini berjalan kondusif menjadi terganggu akibat polemik atau kebijakan baru.
Menindaklanjuti aspirasi aliansi, DPRD, Pemko Dumai, dan KSOP sepakat mencari solusi terbaik agar hak-hak TKBM existing tetap terjamin. Ia menyebut persoalan yang muncul lebih banyak dipicu miskomunikasi.
“Setiap pihak sepakat bahwa tidak ada kehilangan hak, tidak berkurangnya tenaga kerja, dan tidak hilangnya kesempatan kerja yang menyangkut kehidupan para pekerja,” tegas Johannes.
Sepakat Tertibkan Kegiatan yang Dianggap Mendahului Kesepakatan
Dalam pertemuan tersebut, DPRD, Pemko, dan KSOP juga menyepakati pentingnya menertibkan kegiatan di lapangan yang dinilai mendahului kesepakatan bersama. Semua mekanisme yang telah berjalan disepakati untuk tetap berjalan seperti biasa, sembari dilakukan pembahasan lebih lanjut untuk mencari solusi tanpa menimbulkan gejolak.
“Kita ingin persoalan ini selesai dengan baik dan tuntas. Regulasi jangan sampai justru merugikan masyarakat,” ujar Johannes.
Komisi I dan III Tekankan Pentingnya Kondusivitas
Ketua Komisi I DPRD Dumai, Edison, S.H., berharap situasi yang selama ini kondusif terus terjaga tanpa diskriminasi terhadap pihak manapun.
“Kita ingin semua nyaman. Jangan sampai ada diskriminasi,” ujarnya.
Sekretaris Komisi III, Rendy Firdaus, S.H., menekankan pentingnya menjaga stabilitas dan ketenangan masyarakat. Komisi III, katanya, siap memfasilitasi persoalan ini hingga menemukan titik penyelesaian.
“Kami ingin masyarakat Dumai tetap aman. Permasalahan ini akan kita kawal,” kata Rendy.
Anggota Komisi I, Junjung Mangatas, A.Md., mengingatkan agar tidak muncul praktik monopoli yang dapat merugikan masyarakat maupun aliansi.
“Dumai harus tetap kondusif. Jangan sampai ada monopoli,” tegasnya.
KSOP: Tidak Ada Pekerja yang Kehilangan Mata Pencaharian
Pihak KSOP Dumai menegaskan bahwa pengaturan kegiatan di terminal khusus dilakukan secara adil dan transparan. KSOP memastikan tidak ada pekerja yang kehilangan pekerjaan maupun mengalami pengurangan upah dengan adanya kebijakan baru.
Menuju Solusi Tanpa Gejolak
Rapat lintas komisi ini menghasilkan komitmen bersama untuk menjaga iklim kerja yang kondusif di kawasan pelabuhan serta memastikan keberlanjutan aktivitas bongkar muat tanpa merugikan pekerja.
Semua pihak sepakat melanjutkan komunikasi aktif dan mencari win-win solution demi kenyamanan dan keamanan masyarakat Dumai. (Riko)