Kelompok Bahren Geram Pekerjaan Diambil TKBM: “Periuk Nasi Kami Dirampas!”

Jumat, 29 Mei 2026 | 06:07:06 WIB

DUMAI(OB) - Konflik bongkar muat di PT Agro Murni kembali memanas. Bahren, perwakilan pekerja yang sudah mengelola pekerjaan sejak 2020, meluapkan kekecewaannya setelah pekerjaan mereka diambil alih UUPJ TKBM Pelabuhan Dumai.

Kelompok Bahren mengungkapkan kepada awak media, saat RDP di DPRD Dumai, KSOP menyatakan secara tertulis bahwa TKBM tidak punya kewenangan di PT Agro Murni karena perusahaan itu adalah terminal khusus, bukan terminal umum.

“Tapi entah kenapa, sekarang ada kelompok yang mengklaim semua pelabuhan di Dumai itu hak TKBM hanya karena mereka pegang PMKU. Itu yang bikin pekerjaan kami dirampas,” ujar  Bahren, Kamis (28/5/2026) 

Ia mempertanyakan dasar hukum yang dipakai.

“Peraturan 2 menteri, 1 deputi, dan PMKU itu apa? Setara UUD 1945 kah? Kenapa bisa menggeser fakta bahwa Agro Murni itu terminal khusus?” tegasnya.

Dulu Damai, Kini Memanas

Menurut Bahren, selama ini kegiatan bongkar muat berjalan aman meski melibatkan banyak pihak.

“Ada 2 koperasi dan 6 serikat, bahkan ada 3 koperasi dan 3 serikat. Semua damai. Tapi sejak Koperasi TKBM Pelabuhan Dumai mau kuasai semua perusahaan di Sungai Sembilan, emosi kami sudah tak tertahan,” katanya.

Ia mengaku takut situasi memicu hal-hal yang tak diinginkan.

“Periuk nasi kami dirampas sesuka hati. Kami capek menahan emosi ini.”

Pesan untuk Pemangku Kebijakan

Bahren menegaskan mereka adalah pihak pertama yang mendapatkan kepercayaan perusahaan sejak 2020.

“Kami tak mau hak kami diambil hanya karena PMKU. Kami dapat pekerjaan ini bukan dengan merebut, tapi dengan melobi dan membangun kepercayaan.”

Ia menutup dengan pesan menyentuh:

“Kami hanya ingin makan dari hasil keringat sendiri, halal. Kami tak mau memakan hasil rampasan, karena itu haram bagi kami".(Riko) 

Terkini