DUMAI (OB) – Suasana haru menyelimuti rumah duka almarhum Prapto Sucahyo, mantan Ketua DPC Partai Demokrat Kota Dumai, pada malam tahlilan hari kelima, Jumat (12/6/2026). Ratusan pelayat dari berbagai kalangan tampak memadati halaman hingga teras rumah keluarga untuk bersama-sama memanjatkan doa bagi almarhum yang meninggal dunia akibat kecelakaan tunggal pada 7 Juni 2026.
Berdasarkan suasana yang terlihat di lokasi, tenda yang dipenuhi jamaah, deretan kursi yang terisi penuh, serta para tamu yang duduk bersila mengikuti lantunan ayat suci Al-Qur'an menggambarkan besarnya rasa kehilangan atas kepergian sosok yang dikenal dekat dengan masyarakat tersebut.
Acara tahlilan berlangsung khidmat. Kaum pria memenuhi ruang utama rumah, sementara kaum ibu memadati area halaman yang telah disiapkan keluarga. Di tengah suasana malam yang tenang, doa-doa dipanjatkan secara bersama sebagai bentuk penghormatan terakhir dan ungkapan kasih sayang kepada almarhum.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Dumai, Sugiyarto, bersama sejumlah tokoh masyarakat, sahabat, kerabat, dan rekan-rekan almarhum semasa hidupnya.
Salah seorang kerabat dekat, Yanto, mengatakan kepergian Prapto Sucahyo meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga maupun masyarakat yang mengenalnya.
"Beliau bukan hanya bagian dari keluarga kami, tetapi juga sosok yang selalu hadir membantu masyarakat. Melihat begitu banyak orang datang malam ini, kami merasa almarhum telah meninggalkan banyak kebaikan selama hidupnya," ujar Yanto.
Menurutnya, membludaknya jumlah pelayat yang hadir pada malam tahlilan menjadi bukti bahwa almarhum memiliki hubungan yang baik dengan berbagai kalangan.
"Kami sangat berterima kasih kepada seluruh masyarakat, sahabat, dan para tokoh yang datang mendoakan almarhum. Semoga segala doa yang dipanjatkan malam ini menjadi amal jariyah dan almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT," tambahnya.
Bagi keluarga, tahlilan hari kelima bukan sekadar rangkaian tradisi, tetapi juga menjadi momen mempererat silaturahmi sekaligus menguatkan satu sama lain dalam menghadapi kehilangan yang begitu besar.
Malam itu, di bawah cahaya lampu yang menerangi halaman rumah duka, ratusan jamaah larut dalam doa. Keheningan yang sesekali diselingi lantunan tahlil menjadi gambaran bahwa meski Prapto Sucahyo telah berpulang, kenangan, pengabdian, dan kebaikan yang ditinggalkannya masih hidup di hati keluarga, sahabat, serta masyarakat Kota Dumai yang pernah merasakan manfaat dari kehadirannya. (Riko)