RIAU (OB) – Tak banyak yang tahu, lagu kebangsaan Singapura yang berkumandang dalam setiap upacara kenegaraan ternyata lahir dari tangan seorang putra Indonesia. Dialah Zubir Said, seniman kelahiran Bukittinggi, Sumatera Barat, yang namanya abadi lewat lagu legendaris Majulah Singapura.
Lahir pada tahun 1907 di tengah keluarga terpandang Minangkabau, perjalanan hidup Zubir jauh dari kata mudah. Sejak kecil ia jatuh cinta pada musik dan seni. Namun kecintaannya itu justru mendapat penolakan dari sang ayah yang merupakan tokoh adat. Keluarganya berharap Zubir meniti karier sebagai pejabat atau pekerjaan yang dianggap lebih terhormat pada masa itu.
Meski demikian, bakat seni yang mengalir dalam darahnya tak mampu dibendung. Di usia 21 tahun, Zubir mengambil keputusan besar yang mengubah hidupnya. Ia meninggalkan kampung halaman dan merantau ke Singapura dengan modal keberanian serta keyakinan terhadap mimpinya.
Di negeri rantau, kehidupan tidak langsung berpihak kepadanya. Zubir memulai segalanya dari bawah. Ia bergabung dengan kelompok opera keliling, memainkan musik dari panggung ke panggung, sembari terus mengasah kemampuan bermusiknya secara otodidak.
Kerja keras dan ketekunannya perlahan membuahkan hasil. Nama Zubir mulai dikenal sebagai komposer berbakat. Hingga pada tahun 1958, Pemerintah Singapura memintanya menciptakan sebuah lagu untuk sebuah acara resmi.
Dari tangan dinginnya lahirlah lagu berjudul “Majulah Singapura.” Lagu tersebut tidak hanya indah secara musikal, tetapi juga mampu membangkitkan semangat persatuan dan optimisme masyarakat.
Ketika Singapura resmi menjadi negara merdeka pada tahun 1965, lagu karya Zubir Said itu dipilih sebagai lagu kebangsaan. Sejak saat itu, karya seorang anak Minang terus berkumandang di sekolah, kantor pemerintahan, hingga berbagai acara kenegaraan Singapura.
Bagi banyak orang, kisah Zubir Said adalah bukti bahwa mimpi yang diperjuangkan dengan keberanian dapat melampaui batas negara. Dari seorang pemuda yang sempat ditentang karena memilih jalan seni, ia menjelma menjadi sosok yang meninggalkan warisan budaya bagi sebuah bangsa.
Hingga akhir hayatnya, Zubir Said dikenang sebagai tokoh budaya yang berjasa besar bagi Singapura. Namun bagi Indonesia, khususnya Sumatera Barat, ia tetaplah putra bangsa yang menunjukkan bahwa karya anak negeri mampu memberi pengaruh hingga ke panggung dunia.
"Majulah Singapura" bukan sekadar lagu kebangsaan. Ia adalah kisah tentang keberanian seorang anak muda mengejar mimpinya, meski harus menentang arus dan meninggalkan kampung halaman.
Penulis : Riko F. Sitompul