Zita Anjani: Balinuraga Berpeluang Jadi Destinasi Wisata Budaya Unggulan

Selasa, 04 Agustus 2026 | 18:29:32 WIB

LAMPUNG SELATAN(OB) – Siapa sangka suasana khas Pulau Bali dengan deretan petulangan, bade, payung suci, serta harum dupa yang memenuhi udara justru dapat ditemui di Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan.

Di balik kemegahan prosesi Ngaben Massal 2026, tersimpan potensi besar yang diyakini mampu mengangkat Balinuraga sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Provinsi Lampung.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Lampung Selatan yang juga menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Pariwisata, Zita Anjani, saat menghadiri rangkaian Upacara Ngaben Massal di Desa Balinuraga, Selasa (4/8/2026).

Menurut Zita, kekuatan budaya yang masih terjaga, kreativitas masyarakat, serta keramahan warga menjadi modal penting dalam membangun sektor pariwisata berbasis budaya.

"Saya melihat masyarakat Balinuraga sangat ramah, budayanya masih sangat kuat, dan kreativitas masyarakatnya luar biasa. Potensi seperti ini harus terus didukung agar Balinuraga menjadi salah satu destinasi wisata budaya kebanggaan Lampung Selatan," ujar Zita.

Ia menegaskan, budaya tidak hanya menjadi warisan leluhur yang harus dijaga, tetapi juga dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat apabila dikelola secara berkelanjutan.

Bagi Zita, pelestarian tradisi seperti Ngaben Massal bukan sekadar kegiatan keagamaan, melainkan aset daerah yang mampu memperkuat identitas budaya sekaligus menarik wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara.

Kemegahan Ngaben Massal Tahun 2026 menjadi bukti nyata besarnya semangat masyarakat Balinuraga dalam menjaga tradisi. Pada puncak prosesi Ngerit yang akan digelar Jumat, 7 Agustus 2026, sebanyak 153 sawa akan mengikuti prosesi pembakaran jenazah secara massal, menjadikannya salah satu upacara Ngaben terbesar di Provinsi Lampung.

Persiapan telah dilakukan sejak pertengahan Juni. Ribuan warga bergotong royong membangun petulangan, bade, hingga berbagai perlengkapan adat sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada para leluhur.

Semangat kebersamaan itulah yang paling membekas bagi Zita.

"Saya sangat bangga dengan masyarakat Desa Balinuraga. Saya menerima undangan kegiatan ini sejak beberapa hari lalu dan melihat antusiasme masyarakat begitu luar biasa. Hari ini saya menyaksikan sendiri bagaimana budaya ini dirawat dengan penuh kebersamaan. Ini menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Lampung Selatan," katanya.

Menurutnya, kekompakan warga menjadi fondasi utama yang membuat Ngaben Massal Balinuraga terus berkembang hingga dikenal sebagai salah satu agenda budaya terbesar di Lampung.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Hindu di Lampung Selatan yang dinilai konsisten menjaga warisan budaya sekaligus membantu mempromosikan daerah melalui kegiatan adat yang sarat nilai budaya.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Bali yang ada di Lampung Selatan. Bapak dan Ibu telah ikut membantu pemerintah daerah menjaga warisan budaya sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat melalui kegiatan ini," tuturnya.

Ngaben Massal Balinuraga kini tak hanya menjadi prosesi keagamaan, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan budaya yang menarik perhatian berbagai kalangan.

Tahun ini, kegiatan tersebut bahkan dihadiri Assoc. Prof. David Ng Foo Seong dari Nanyang Technological University (NTU), Singapura, yang datang untuk menyaksikan langsung kekayaan budaya masyarakat Hindu Bali di Lampung Selatan.

Turut hadir Wakil Ketua TP PKK Lampung Selatan, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP), jajaran kepala perangkat daerah, Ketua PHDI Lampung Selatan, Kepala Kantor Kementerian Agama Lampung Selatan, Camat Way Panji, tokoh adat, tokoh agama, Kepala Desa Balinuraga, panitia, serta ribuan masyarakat.

Di tengah megahnya petulangan, harum dupa, dan lantunan doa yang mengiringi setiap prosesi, Balinuraga membuktikan bahwa tradisi bukan hanya tentang menjaga masa lalu.

Lebih dari itu, budaya menjadi kekuatan yang mampu mempererat kebersamaan, memperkokoh identitas daerah, sekaligus membuka peluang baru bagi kemajuan pariwisata dan peningkatan ekonomi masyarakat di Lampung Selatan.

Penulis : Nzr/Nsy

Terkini