AKBP Heti Patmawati, Ketika Kepemimpinan Perempuan Polri Menembus Panggung Internasional

Minggu, 20 September 2026 | 19:08:47 WIB

BALI(OB) – Di balik seragam dan pangkat yang disandangnya, AKBP Heti Patmawati menyimpan sebuah kisah tentang pengabdian, keteguhan, dan keberanian seorang perempuan dalam menjalankan tugas sebagai anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Kini, dedikasi itu mendapat pengakuan di tingkat internasional.

AKBP Heti Patmawati menerima Leadership Award dari International Association of Women Police (IAWP) pada 30 April 2026,Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kepemimpinan, integritas, serta kontribusinya dalam membangun pelayanan kepolisian yang lebih profesional dan berorientasi kepada masyarakat.

Bagi Heti, kepemimpinan bukan sekadar tentang jabatan maupun pangkat. Lebih dari itu, kepemimpinan adalah bagaimana seorang polisi mampu hadir ketika masyarakat membutuhkan, mendengar ketika masyarakat menyampaikan persoalan, dan mengambil keputusan dengan tetap berpegang pada nilai kemanusiaan.

Prinsip itulah yang tercermin dalam kiprahnya selama menjalankan tugas.

Ia berupaya membangun kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang responsif, memperkuat profesionalisme anggota, serta mendorong lingkungan kerja yang menjunjung tinggi integritas dan akuntabilitas.

Berbagai inovasi, penguatan pencegahan korupsi, hingga pendekatan yang lebih empatik terhadap masyarakat dan korban menjadi bagian dari upaya tersebut.

Di tengah tuntutan tugas kepolisian yang semakin kompleks, Heti menunjukkan bahwa ketegasan dan empati bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya justru dapat berjalan beriringan dalam membangun institusi yang dipercaya masyarakat.

Penghargaan dari IAWP 2026 kemudian menjadi sebuah penanda penting.

Bukan hanya bagi Heti sebagai pribadi, tetapi juga bagi semakin kuatnya kiprah perempuan dalam kepemimpinan kepolisian. Sosoknya memperlihatkan bahwa perempuan di tubuh Polri memiliki ruang yang sama untuk memimpin, berinovasi, memberikan perubahan, dan membawa nama institusi ke panggung dunia.

Ada pesan yang lebih besar di balik penghargaan tersebut: bahwa kepemimpinan yang lahir dari ketulusan pengabdian dapat melampaui batas negara.

Dari tugas sehari-hari sebagai seorang polisi, Heti kini mendapat pengakuan internasional. Namun, penghargaan itu tidak mengubah esensi pengabdiannya—tetap hadir untuk masyarakat, menjaga kepercayaan, dan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.

Kisah AKBP Heti Patmawati menjadi inspirasi bahwa seragam kepolisian bukan hanya simbol kewenangan. Di baliknya terdapat tanggung jawab untuk melindungi, melayani, dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Penghargaan IAWP 2026 akhirnya bukan sekadar sebuah trofi atau gelar kehormatan.

Ia menjadi cermin dari perjalanan seorang perempuan polisi yang memilih untuk memimpin dengan integritas, bekerja dengan ketangguhan, dan tetap menempatkan manusia sebagai bagian penting dari setiap pengabdian.

Semangat tersebut menjadi warisan nilai bagi generasi penerus Polri—bahwa menjadi pemimpin bukan hanya soal seberapa tinggi posisi yang dicapai, tetapi seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat.

(Nzr/Hms)

Terkini