DUMAI(OB) – Masyarakat Kampung Tengah dan Kampung Baru, Senepis, Kelurahan Batu Teritip, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, mengeluhkan banjir berkepanjangan yang menurut mereka merendam kebun, sawah, dan rumah warga. Masyarakat menduga kondisi tersebut berkaitan dengan saluran pembuangan PT Suntara Gajah Pati (SGP) yang dialirkan ke parit masyarakat.
Warga meminta perusahaan bertanggung jawab melakukan normalisasi parit. Jika tidak ada kepastian tertulis, mereka mengancam akan menutup saluran pembuangan tersebut. Pernyataan itu merupakan sikap warga berdasarkan kondisi yang mereka keluhkan dan belum disertai tanggapan resmi dari PT SGP.
Boru Sitanggang, salah seorang warga, menegaskan tuntutan tersebut sebagai bentuk desakan agar perusahaan segera memberikan solusi.
Kalau tidak ada pertanggungjawaban untuk menormalisasi parit, kami warga disini akan tutup. Namun, kalau pihak PT SGP berjanji melakukan normalisasi secara tertulis, silakan gunakan parit masyarakat,” ujar Boru Sitanggang.
Selain merendam lahan dan permukiman, banjir juga disebut warga berdampak pada aktivitas pendidikan anak-anak. Lasiem, warga Senepis lainnya, mempertanyakan keberlangsungan sekolah anak-anak di tengah kondisi kampung yang menurutnya terendam dalam waktu lama.
“Anak-anak sekolah kami bagaimana bisa bersekolah kalau kampung kami terendam banjir dalam waktu lama?” keluhnya kepada awak media pada hari seminar(19/10/2026)
Warga Minta Pemko Dumai Turun Tangan
Warga berharap Pemerintah Kota Dumai melalui instansi terkait turun langsung meninjau kondisi parit dan memeriksa penyebab banjir. Mereka juga meminta pemerintah memfasilitasi pertemuan antara masyarakat dan PT SGP untuk mencari solusi, termasuk pelaksanaan normalisasi parit apabila diperlukan.
Permintaan tersebut disampaikan warga dan belum merupakan hasil pemeriksaan resmi pemerintah.Selain persoalan saluran air, masyarakat meminta dugaan perambahan hutan dan persoalan penguasaan lahan ditertibkan.
Warga berharap PT SGP segera memberikan kepastian tertulis mengenai normalisasi parit. Di sisi lain, pemerintah dan aparat terkait diminta menindaklanjuti persoalan banjir yang menurut keterangan warga berdampak pada permukiman, lahan pertanian, lingkungan, serta akses pendidikan anak-anak serta sarana.kesehatan.(Riko)