Massa menuntut keadilan lingkungan dan akses air, dikawal aparat tanpa insiden

Aksi Damai Aliansi Rakyat untuk Keadilan di Dumai Berlangsung Tertib

Aksi Damai Aliansi Rakyat untuk Keadilan di Dumai Berlangsung Tertib

Aksi Damai Aliansi Rakyat untuk Keadilan di Kantor Pelindo Dumai Berlangsung Tertib

DUMAI (OB) – Aksi damai yang digelar oleh Aliansi Rakyat untuk Keadilan Kota Dumai di depan Kantor PT Pelindo (Persero) Cabang Dumai pada Rabu (29/10) berlangsung tertib dan kondusif. Massa yang hadir menyuarakan sejumlah tuntutan terkait lingkungan dan akses air yang dinilai terdampak oleh aktivitas perusahaan pelabuhan tersebut.

Koordinator aksi, Khadafi, dalam orasinya menyampaikan dua poin utama yang menjadi dasar tuntutan massa. “Kami menuntut agar PT Pelindo tidak mencemari udara, air, dan tanah di sekitar wilayah operasionalnya. Selain itu, kami juga meminta agar perusahaan segera membuka lima anak sungai yang telah ditutup, karena hal itu menyebabkan banjir di beberapa kawasan,” tegas Khadafi dalam orasinya.

Menurut pantauan di lapangan, massa aksi membawa spanduk dan poster bertuliskan seruan keadilan lingkungan. Mereka menyampaikan aspirasi dengan tertib, dikawal aparat kepolisian dari Polres Dumai untuk memastikan keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.

Khadafi menambahkan bahwa penutupan anak sungai oleh pihak perusahaan telah berdampak langsung terhadap masyarakat sekitar. “Penutupan aliran air ini menyebabkan genangan dan banjir saat hujan deras, sementara masyarakat kehilangan akses terhadap sumber air alami yang sebelumnya digunakan,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Pelindo Dumai belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan yang disampaikan oleh massa aksi. Namun, perwakilan perusahaan dikabarkan telah menerima surat pernyataan dari Aliansi Rakyat untuk Keadilan Kota Dumai untuk ditindaklanjuti melalui jalur komunikasi resmi.

Aksi damai tersebut berakhir pada siang hari dengan tertib, setelah perwakilan massa menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pihak perusahaan. Massa kemudian membubarkan diri dengan pengawalan aparat, tanpa insiden yang berarti.

Penulis:Riko

#Dumai

Index

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index