Pertanyaan untuk Pemerintah dan Aparat Penegak Regulasi
Realita ini menimbulkan sejumlah pertanyaan krusial:
Mengapa perusahaan kontraktor yang melanggar UMK masih bebas beroperasi?
Apakah ada inspeksi rutin terhadap pabrik-pabrik pengolahan sawit di Sungai Sembilan?
Di mana peran negara ketika buruh sudah melapor namun tidak mendapatkan perlindungan?
Tanpa pengawasan tegas dan sanksi nyata, UMK Dumai berpotensi hanya menjadi angka simbolik—tinggi di atas kertas, namun tak pernah benar-benar sampai ke kantong buruh.(Riko)