Jalan Berdebu dan Licin, Warga Khawatir Banjir Makin Parah

Warga Taman Raya Batam Palang Akses Proyek Cut and Fill

Warga Taman Raya Batam Palang Akses Proyek Cut and Fill

Batam(OB) — Warga Perumahan Taman Raya, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, memalang akses keluar-masuk kendaraan proyek cut and fill di kawasan Taman Raya Tahap 3, Selasa (30/12). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap aktivitas penimbunan lahan yang dinilai mengganggu dan membahayakan pengguna jalan.

Pemalangan dilakukan di pintu masuk proyek setelah warga mengeluhkan kondisi jalan yang semakin rusak akibat lalu lalang kendaraan proyek. Tanah merah dari lokasi cut and fill berserakan hingga ke tengah jalan, menimbulkan debu tebal saat cuaca panas dan licin ketika hujan.

“Tanah berserakan sampai ke tengah jalan. Kalau panas debunya tebal, kalau hujan jalan jadi licin. Ini sudah membahayakan pengendara,” kata Ketua RT 003 RW 024 Taman Raya Tahap 3, Rahman Yasir.

Rahman mengatakan, warga sempat mencoba menemui koordinator lapangan proyek untuk meminta penjelasan dan solusi. Namun, karena tidak ada penanggung jawab di lokasi, warga memutuskan memalang kendaraan proyek agar aktivitas dihentikan sementara.

“Kami palang di pintu masuk supaya tidak ada kendaraan keluar-masuk dulu. Kami minta jalan dibersihkan dan dampaknya ke warga diselesaikan. Kalau sudah, silakan lanjut,” ujarnya.

Selain persoalan jalan, warga juga mengkhawatirkan dampak penimbunan lahan terhadap lingkungan sekitar. Aktivitas proyek disebut berpotensi memperparah banjir di kawasan Taman Raya Tahap 2A yang kerap terjadi saat hujan deras.

Aksi pemalangan sempat diwarnai adu mulut antara warga dan seorang pria yang mengaku sebagai pengawas proyek. Meski demikian, situasi tetap kondusif dan tidak terjadi bentrokan fisik.

Hingga siang hari, aktivitas kendaraan proyek masih terhenti dan warga menunggu respons dari pihak pengelola proyek terkait tuntutan yang disampaikan.(Tribrata) 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index