Kuasa Hukum Korban Sebut Aksi Aparat Ala Koboi dan Langgar Prosedur Hukum

Advokat Diduga Diintimidasi Aparat di Polrestabes Medan, Pengeledahan Tanpa Surat Perintah Picu Keributan

Advokat Diduga Diintimidasi Aparat di Polrestabes Medan, Pengeledahan Tanpa Surat Perintah Picu Keributan

Orbitberita.com, Medan – Seorang advokat bernama Indra Surya Nasution, S.H, diduga menjadi korban intimidasi serta tindakan sewenang-wenang oleh sejumlah aparat kepolisian di area parkiran Polrestabes Medan, Kamis (22/1/2026). Insiden itu terjadi ketika Indra datang memenuhi panggilan pemeriksaan terkait kasus pembakaran mobil pribadinya.

Namun belum sempat memasuki gedung penyidik, Indra mengaku tiba-tiba didatangi empat petugas yang disebut anggota Subdit III Ranmor Polda Sumatera Utara. Dalam rekaman video yang beredar, Indra terlihat dikepung beberapa pria berompi bertuliskan “Subdit III Ranmor”. Tanpa menunjukkan surat perintah, para petugas langsung melakukan penggeledahan terhadap dirinya dan mobil yang dikendarainya.

Aparat juga melontarkan tuduhan bahwa mobil Mitsubishi Pajero Sport nomor polisi BK 1 SN yang dikemudikan Indra merupakan hasil kejahatan dengan dokumen kendaraan palsu. Situasi di lokasi pun memanas dan menarik perhatian masyarakat yang berada di area parkiran.

Indra yang merasa diperlakukan tidak semestinya terus meminta penjelasan mengenai dasar tindakan yang dilakukan aparat di tempat umum tersebut. Namun upayanya tidak langsung mendapat jawaban yang jelas.

Kuasa Hukum Kecam Keras: “Aksi Ala Koboi”

Kuasa hukum korban, Dr. Surya Danil, S.H., M.H, mengecam keras cara aparat melakukan tindakan yang dinilainya tidak profesional dan jauh dari prosedur hukum.

“Ini tindakan yang sangat memalukan dan mencederai hukum. Seorang advokat datang sebagai tamu yang dipanggil resmi, malah diperlakukan seperti pelaku kejahatan. Ini aksi ala koboi,” ujar Surya Danil.

Ia menegaskan bahwa setiap tindakan aparat harus berdasarkan surat perintah dan dilakukan secara proporsional, terlebih di ruang publik yang dapat menimbulkan stigma buruk terhadap korban. Surya menyebut kejadian ini harus diusut tuntas untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan wewenang.

Video Viral, Publik Desak Evaluasi Kinerja Aparat

Rekaman insiden yang telah beredar luas di media sosial menimbulkan gelombang kritik dari masyarakat. Banyak yang menilai tindakan aparat tampak tidak terkoordinasi, bahkan berpotensi melanggar hak asasi dan etika penyidikan.

Hingga kini, pihak Polda Sumatera Utara maupun Polrestabes Medan belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. Publik menunggu klarifikasi mengenai dasar tindakan dan prosedur yang digunakan petugas saat melakukan penggeledahan.

Indra: “Saya Hanya Ingin Mencari Keadilan”

Indra sendiri menegaskan bahwa kedatangannya ke Polrestabes Medan merupakan bentuk ketaatan hukum. Ia berharap kasus intimidasi ini menjadi perhatian serius.

“Saya datang memenuhi panggilan secara baik-baik. Tapi yang saya terima justru perlakuan yang tidak sesuai hukum. Saya hanya ingin mencari keadilan,” ujar Indra.(Riko) 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index