DUMAI(OB) – Budidaya melon swadaya masyarakat kembali dikembangkan di wilayah Basilam Baru, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai. Memasuki tahap ketiga, penanaman kali ini dilakukan dengan mengembangkan dua jenis melon, yakni Rock Melon dan Golden Melon.
Kegiatan budidaya tersebut dilaksanakan di lahan demplot Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sungai Sembilan. Tanaman melon saat ini telah memasuki usia sekitar 23 hari setelah tanam (HST).
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kelurahan Batu Teritip, Andi Romiko, SP, mengatakan budidaya melon swadaya ini menjadi salah satu sarana pembelajaran langsung bagi masyarakat untuk melihat potensi pengembangan tanaman hortikultura.
"Penanaman ini sudah memasuki tahap ketiga. Jenis yang ditanam adalah Rock Melon dan Golden Melon. Saat ini usia tanaman sekitar 23 hari," ujar Andi Romiko.
Menurutnya, budidaya tersebut dirancang dengan masa pemeliharaan hingga panen sekitar 60 hari. Dengan populasi sekitar 9.000 batang per hektare, tanaman melon diharapkan mampu memberikan hasil yang cukup menjanjikan.
"Target produksinya sekitar 5 kilogram per pokok. Tentunya hasil sangat bergantung pada perawatan, pemupukan, pengairan dan kondisi tanaman sampai masa panen," jelasnya.
Demplot tersebut tidak hanya menjadi lokasi produksi, tetapi juga tempat masyarakat dan kelompok tani belajar secara langsung mengenai teknik budidaya melon.
Kepala BPP Kecamatan Sungai Sembilan, Syaframbuasyah, SP, menyampaikan bahwa pengembangan demplot menjadi bagian penting dalam mendorong masyarakat mengenal dan mencoba komoditas pertanian yang memiliki nilai ekonomi.
Melalui praktik langsung di lapangan, petani dapat mempelajari tahapan budidaya mulai dari penanaman, perawatan, pengendalian hama dan penyakit hingga proses menuju panen.
Sementara itu, Sekretaris Kelompok Tani Senepis. Sepakat Jaya, Sangkot, turut mengikuti kegiatan pembelajaran langsung di lokasi demplot.
Menurutnya, keberadaan demplot memberikan kesempatan bagi anggota kelompok tani untuk melihat secara nyata bagaimana tanaman melon dibudidayakan.
"Belajar langsung di lapangan tentu lebih mudah dipahami. Kami bisa melihat pertumbuhan tanaman sekaligus mempelajari cara perawatannya," kata Sangkot.
Budidaya melon swadaya tahap ketiga ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha pertanian yang produktif sekaligus membuka peluang komoditas hortikultura di Kecamatan Sungai Sembilan.
Dengan populasi sekitar 9.000 tanaman per hektare dan asumsi hasil hingga 5 kilogram per pokok, potensi produksi secara teoritis dapat mencapai sekitar 45 ton per hektare apabila seluruh tanaman tumbuh dan berproduksi sesuai target.
Pengembangan demplot ini pun menjadi langkah awal untuk melihat sejauh mana budidaya melon dapat dikembangkan secara lebih luas oleh masyarakat dan kelompok tani di wilayah tersebut.(Tribrata)