DUMAI(OB) –Selasa(20/10/2026)Banjir yang telah berlangsung selama tujuh hari di wilayah Senepis, Kelurahan Batu Teritip, Kecamatan Sungai Sembilan Dumai-Riau, membuat masyarakat menghadapi situasi sulit. Akses jalan darat terputus, distribusi bahan makanan terganggu, sementara harga kebutuhan pokok semakin mahal akibat warga terpaksa mengandalkan jalur laut.
Kondisi ini menambah beban masyarakat yang harus berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah banjir berkepanjangan. Terputusnya akses darat membuat pasokan sembako tidak lagi mudah dijangkau, sedangkan pengiriman melalui jalur laut membutuhkan biaya transportasi lebih tinggi.
“Banjir berkepanjangan ini mengakibatkan masyarakat terisolir. Bahan makanan terputus dari jalur darat. Saat ini, akses masyarakat untuk mendapatkan bahan makanan melalui jalur laut, yang tentunya mahal dan menyebabkan harga sembako menjadi mahal,” ujar Ucok Parangin-angin, salah seorang warga Senepis.
Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan perhatian serius dari pemerintah. Warga berharap ada langkah nyata untuk membantu masyarakat yang terdampak, terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan dan memulihkan akses transportasi.
Banjir selama tujuh hari bukan hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga menyulitkan distribusi kebutuhan pokok. Jika kondisi ini terus berlanjut, beban ekonomi warga dikhawatirkan semakin berat, khususnya bagi keluarga yang memiliki keterbatasan untuk membeli bahan makanan dengan harga lebih tinggi.
Masyarakat pun berharap Pemerintah Kota Dumai melalui instansi terkait segera turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi di Senepis, menyalurkan bantuan apabila diperlukan, serta mencari solusi agar akses darat dan distribusi bahan pangan dapat kembali berjalan.
Warga Senepis membutuhkan perhatian dan tindakan nyata. Penanganan banjir, pemenuhan kebutuhan pokok, serta pemulihan akses transportasi menjadi hal mendesak agar masyarakat tidak terus terisolasi dan dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.
Penulis: Riko F Sitompul